Hati-Hati! Penipuan Like & Follow Berbayar di TikTok Makin Meresahkan
Di tengah populernya aplikasi TikTok yang digemari berbagai kalangan, muncul modus penipuan baru yang kini mulai menyasar masyarakat Indonesia. Modus tersebut dikenal sebagai “like & follow berbayar”—yakni iming-iming bayaran uang tunai hanya dengan mengikuti dan menyukai akun TikTok tertentu.
Sekilas terdengar mudah dan menguntungkan. Namun di baliknya, banyak korban yang justru kehilangan uang, data pribadi, hingga mengalami tekanan psikologis akibat terus diteror pelaku. Artikel ini akan mengulas secara lengkap bagaimana modus ini bekerja dan bagaimana cara melindungi diri.
🔎 Bagaimana Modus Penipuan “Like & Follow Berbayar” Bekerja?
Umumnya, penipuan ini dimulai dari:
✅ 1. Ajakan Melalui WhatsApp, Telegram, atau DM TikTok
Korban menerima pesan yang berisi tawaran pekerjaan sampingan seperti:
“Cukup like & follow akun TikTok, dibayar Rp10.000–Rp100.000 per tugas.”
Pelaku akan mengaku sebagai admin agensi konten atau manajemen media sosial.
✅ 2. Korban Dimasukkan ke Grup
Setelah setuju, korban dimasukkan ke grup berisi puluhan peserta lain—yang sebagian besar ternyata akun palsu yang bertugas meyakinkan calon korban.
Mereka menampilkan testimoni bayaran cair untuk menciptakan rasa percaya.
✅ 3. Tahap Awal: Tugas Ringan, Bayaran Masuk
Di awal, korban akan diberi tugas like, follow, atau subscribe, dan benar-benar mendapatkan bayaran kecil.
Tujuannya supaya korban merasa aman.

❌ 4. Tahap Berikutnya: Diminta Deposit
Setelah percaya, korban diarahkan ke tugas VIP dengan iming-iming bayaran lebih besar. Namun untuk mengikutinya, korban diwajibkan melakukan deposit.
Nominalnya beragam, mulai dari:
- Rp50.000
- Rp100.000
- bahkan hingga jutaan rupiah
Korban dijanjikan uang deposit akan kembali plus bonus besar.
🚨 5. Uang Tidak Pernah Kembali
Setelah deposit, korban akan menghadapi beberapa skenario:
- tugas dianggap tidak valid
- akun dikatakan bermasalah
- saldo “tertahan”
- korban diminta deposit tambahan
Pada akhirnya:
❌ uang tidak pernah kembali
dan pelaku menghilang, nomor telepon atau akun mereka ikut diblokir.
⚠️ Ciri-Ciri Penipuan Like & Follow Berbayar
Agar lebih waspada, berikut tanda-tanda kuat bahwa tawaran tersebut adalah penipuan:
🔻 1. Menggunakan Akun Tanpa Identitas Jelas
Biasanya memakai:
- nomor luar negeri
- akun baru
- nama agensi yang tidak dikenal
🔻 2. Ada Sistem Deposit
Pekerjaan legal tidak pernah meminta deposit.
Jika sudah ada kalimat “untuk upgrade VIP”, bisa dipastikan itu scam.
🔻 3. Banyak Testimoni yang Terlalu Bagus
Biasanya testimoni:
- terlihat sama
- foto profil mencurigakan
- atau terlalu berlebihan
🔻 4. Menggunakan Tekanan Psikologis
Seperti:
“Kalau tidak deposit sekarang, saldo kamu hangus.”
Tujuannya agar korban panik.
🔻 5. Meminta Data Pribadi
Misalnya:
- KTP
- nomor rekening
- OTP
Ini berpotensi disalahgunakan.
🎯 Mengapa Banyak Orang Terjebak?
Ada beberapa alasan mengapa modus ini cepat memakan korban:
✅ kondisi ekonomi sulit
✅ tawaran terlihat mudah
✅ korban melihat bukti pembayaran
✅ pelaku sangat persuasif
✅ korban ingin penghasilan instan
Pada tahap ini, kehilangan logika adalah momen yang dimanfaatkan pelaku.
🛡️ Cara Melindungi Diri dari Penipuan Ini
Berikut langkah praktis yang bisa dilakukan:
✔️ Jangan Pernah Deposit untuk Pekerjaan Online
Ini adalah aturan utama. Tidak ada pekerjaan resmi yang meminta modal.
✔️ Cek Kredibilitas Perusahaan
Pastikan perusahaan benar-benar ada, memiliki kantor, dan legal.
✔️ Waspadai Janji Penghasilan Tidak Masuk Akal
Jika terlalu mudah dan hasilnya besar, hampir pasti itu scam.
✔️ Jangan Berikan Data Pribadi
Simpan data rahasia Anda untuk keamanan finansial.
✔️ Blokir Nomor yang Mencurigakan
Dan jangan ragu melapor jika diperlukan.
🧠 Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terlanjur Menjadi Korban?
Jika Anda atau orang terdekat sudah terjebak:
- Segera hentikan komunikasi dengan pelaku
- Jangan transfer uang lagi dalam bentuk apapun
- Amankan rekening atau dompet digital
- Simpan semua bukti chat dan transaksi
- Lapor ke pihak berwenang atau layanan kejahatan siber
Langkah cepat bisa mencegah kerugian lebih besar.
📱 Edukasi Digital Jadi Pertahanan Utama
Penipuan digital terus berkembang mengikuti teknologi. Karena itu, pemahaman masyarakat tentang keamanan digital sangatlah penting.
Ajarkan keluarga dan orang terdekat untuk:
🔹 tidak mudah percaya iming-iming uang
🔹 selalu berpikir kritis
🔹 cek kebenaran informasi
🔹 dan membiasakan diri membaca syarat & ketentuan
Dengan kesadaran bersama, kita bisa menekan angka korban penipuan online.
🧾 Keterangan Artikel
Artikel ini ditulis sebagai materi edukasi dan informasi publik agar masyarakat semakin waspada terhadap modus penipuan digital, khususnya “like & follow berbayar” di TikTok dan platform media sosial lainnya.


