Pusat Penipuan Digital di Bavet Digerebek, Aparat Kamboja Kerahkan Pasukan Gabungan

Operasi Besar Polisi Kamboja Bongkar Markas Scam Online di Bavet

Polisi Kamboja Melancarkan Operasi Penggerebekan Skala Besar terhadap Pusat Penipuan Daring di Bavet

Polisi Kamboja melancarkan operasi penggerebekan skala besar terhadap pusat penipuan daring di wilayah Bavet, Provinsi Svay Rieng, pada Sabtu, 31 Januari 2026. Operasi ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah Kamboja dalam memberantas kejahatan siber yang semakin meresahkan dan berdampak lintas negara.

Penggerebekan dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan aparat keamanan bersenjata lengkap. Sejumlah gedung yang diduga menjadi pusat aktivitas penipuan daring disisir secara menyeluruh. Lokasi-lokasi tersebut diketahui beroperasi secara tertutup dan memiliki sistem keamanan ketat.

Dari hasil operasi, polisi mengamankan puluhan hingga ratusan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan online. Para terduga pelaku langsung dibawa ke kantor kepolisian untuk pendataan, pemeriksaan identitas, serta pendalaman peran masing-masing dalam jaringan tersebut.

Selain mengamankan para pekerja, aparat juga menyita berbagai barang bukti penting. Di antaranya adalah komputer, ponsel, perangkat jaringan, serta dokumen yang diduga berkaitan dengan aktivitas penipuan digital. Barang bukti tersebut akan dianalisis untuk mengungkap pola kerja dan target korban.

Pusat penipuan daring ini diduga menjalankan berbagai modus kejahatan, mulai dari penipuan investasi palsu, penyamaran sebagai perusahaan resmi, hingga manipulasi korban melalui komunikasi daring. Aktivitas tersebut disebut berlangsung secara terstruktur dengan pembagian tugas yang rapi.

Wilayah Bavet sendiri selama ini dikenal sebagai kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan negara lain, sehingga rawan dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan lintas negara. Kondisi ini membuat aparat meningkatkan pengawasan dan penindakan secara intensif.

Pihak kepolisian Kamboja menegaskan bahwa operasi semacam ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan angka kejahatan siber sekaligus memutus mata rantai jaringan penipuan daring yang beroperasi di wilayah Kamboja.

Penggerebekan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Kamboja tidak mentoleransi praktik penipuan digital yang merugikan masyarakat internasional. Kerja sama dengan berbagai pihak pun akan terus diperkuat guna memastikan keamanan dunia digital.